KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
64. St. Gregorius I atau Gregorius Agung (590-604)
Gregorius lahir di Roma pada tahun 540. Ibunya Silvia yang dihormati Gereja sebagai orang kudus. Ayahnya Gordianus tergolong kaya raya. Gregorius menerima suatu pendidikan yang memadai. Ia pandai sekali dalam pelajaran tata bahasa, retorik dan dialektika. Karena psosisinya diantara keluarga-keluarga aristocrat (bangsawan) sangat menonjol, Gregorius dengan mudah terlibat dalam kehidupan umum kemasyarakatan dan memimpin sejumlah kecil kantor. Pada usia 33 tahun ia menjadi Prefek kota Roma, suatu kedudukan tinggi dan terhormat dalam duania politik saat itu.
Jabatan duniawi yang tinggi ini ia tinggalkan untuk kemudian menjadi biarawan Benediktan. Istananya di Bukit Coelia ia serahkan kepada pertapaan St. Andreas. Ia diutus sebagai duta Sri Paus ke Konstantinopel. Ia diijinkan pergi sendirian ke Inggris untuk mewartakan Injil di sana. Tetapi ia dipanggil kembali karena umat membutuhkan. Sekembalinya ke Roma pada tahun 586, ia dipilih menjadi Abbas biara Santo Andreas yang didirikannya. Ketika Paus Pelagius II wafat pada 7 Februari 590, para imam dan seluruh umat di Roma memilih dia menjadi paus pada 3 September 590 menggantikan Pelagius II. Ia memimpin Gereja selama 14 tahun.
Berbagai masalah yang malanda Gereja selama masa kepemimpinannya ditanganinya dengan bijaksana. Perhatian Gregorius terhadap pelbagai urusan tidak hanya terbatas di Roma dan Italia, tetapi juga menjangkau wilayah-wilayah di mana Gereja telah didirikan. Ia menaruh perhatian besar kepada uskup-uskup Perancis dan perkembangan iman disana. Dengan cermat dan tegas ia mengawasi semua aspek kegiatan Greja. Terhadap penyimpangan-penyimpangan dalam perayaan liturgy menurut kebiasaan Romawi, ia bersikap toleran. Namun ia bersikap tegas terhadap setiap pelanggaran hak-hak paus. Ia mewajibkan para imam untuk mempelajari dan mentaati peraturan-peraturan Gereja yang melarang mereka menikah. Pengaruhnya yang besar dalam Negara dimanfaatkannya untuk membebaskan imam-imam dari yuridiksi negara. Gregorius memperbarui nyanyian Gereja yang lalu disebut menurut namanya: LAgu Gregorian. Ia memodifikasikan KAnon Misa dan memasukan doa Pater Noster (Bapa Kami) seperti yang masih kita pakai sampai sekarang. Ia juga mengatur banyaknya stasi dalam doa jalan salib. Ia mengembangkan spiritualitas kristiani dalam hidup membiara. Ia juga banyak mengurusi hal-hal kenegaraan Romawi. Sebagai protes terhadap ambisi yang makin besar dari para Patriark Konstantinopel yang menyebut dirinya “Servus servorum Deo” (Hamba daripada hamba Allah), yang masih dipakai oleh para paus sampai sekarang. Gregoius I dikenal sebagai paus pertama yang mamaklumkan dirinya kepada dunia sebagai Kepala Gereja Katolik di seluruh dunia.
Gregorius adalah seorang penulis rohani dan mistikus kenamaan. Meskipun dia bukan seorang pengarang yang indah gaya bahasanya, namun tulisan-tulisannya sungguh bernilai tinggi dan mengandung ajaran yang mulia. Dia juga adalah Bapa Gereja Latin yang terakhir dan tokoh penting pertama dari Abad Pertengahan sebelum Milenium I. karena gangguan kesehatannya, Gregorius wafat pada 12 Mei 604. Ia dimakamkan di samping beberapa paus pendahulunya dekat sakristi Basilika St. Petrus di Roma.
|